Bireuen, 23 Oktober 2026 – Fakultas Pertanian Universitas Almuslim menggelar diskusi bersama tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk membahas peran akademisi dalam mendukung pemulihan sektor pertanian pascabencana di Kabupaten Bireuen.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Almuslim, Dr. drh. Yusrizal Akmal, M.Si. Selanjutnya, Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Elfiana, S.P., M.Si., memaparkan kondisi pertanian pascabanjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bireuen pada November 2025.
Membahas Dampak dan Solusi Pemulihan Pertanian
Dalam pemaparannya, Dekan Fakultas Pertanian menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi, meliputi kerusakan lahan pertanian, sedimentasi, gangguan jaringan irigasi, serta keterbatasan pasokan air yang menghambat penanaman kembali.
Pemulihan kondisi tersebut memerlukan pendekatan terpadu melalui rehabilitasi lahan, perbaikan jaringan irigasi, evaluasi kondisi tanah dan air, serta pendampingan petani agar kegiatan produksi dapat kembali berjalan secara berkelanjutan.

Fakultas Pertanian Universitas Almuslim turut menjelaskan kontribusi akademisi melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk program yang didukung pendanaan tahun 2026. Topik penelitian yang relevan mencakup kualitas lingkungan perairan, risiko erosi, optimalisasi penggunaan lahan, dan dampak bencana terhadap produktivitas pertanian.
Pada bidang pengabdian, penerapan teknologi aquaponik di Desa Pante Lhong dan pemanfaatan sedimen banjir sebagai media tanam di Desa Cot Ara menjadi contoh upaya mendukung ketahanan pangan dan pemulihan aktivitas masyarakat.
Mendorong Kolaborasi Riset dengan BRIN
Diskusi ini menjadi kesempatan untuk menjajaki kolaborasi antara BRIN, Universitas Almuslim, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pemulihan pertanian berbasis bukti ilmiah.
Tindak lanjut yang dapat dikembangkan meliputi identifikasi kebutuhan data, penentuan lokasi percontohan pemulihan, pelaksanaan penelitian terapan, serta penyusunan rekomendasi teknis sesuai kondisi wilayah terdampak.
Melalui sinergi tersebut, hasil penelitian diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan dan pengembangan solusi yang sesuai dengan kebutuhan petani dan masyarakat.
Kegiatan ini menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi tidak hanya dalam menghasilkan penelitian, tetapi juga dalam menerapkan ilmu pengetahuan untuk membantu menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.
Fakultas Pertanian Universitas Almuslim berkomitmen untuk terus mendorong penelitian, pengabdian, dan kolaborasi lintas lembaga guna mendukung pemulihan pertanian Kabupaten Bireuen yang tangguh dan berkelanjutan.

